Sebuah Kritikan

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah acara makan malam, saya berbincang dengan Alex Komang. Bagi yang tidak tahu, Oom Alex ini adalah aktor kawakan Indonesia. Kami membahas berbagai macam hal, namun ada satu yang cukup menggelitik. Ia menceritakan dirinya yang enggan datang sebagai bintang tamu dalam salah satu acara talkshow primetime terkemuka. Hal ini membuat saya teringat dengan ucapan dosen Creativity & Innovation, Pak Nggermanto.

Pak Nggermanto pernah membahas tentang seorang selebritis yang menurutnya kreatif di suatu sesi Creativity & Innovation. Selebriti tersebut; atau pelawak lebih tepatnya, menurutnya adalah sosok yang jenaka dan selalu bisa mengeluarkan jokes yang segar. Tapi, apakah ia benar-benar kreatif?

Tukul Arwana nama pelawak tersebut. Karirnya dimulai dari nol, figuran hingga akhirnya menjadi besar seperti saat ini. Bahkan sebuah talkshow primetime telah ia “pegang”, Empat Mata nama acara tersebut. Nah, di acara tersebut menurut Pak Nggermanto, Tukul berhasil menyajikan hiburan yang segar dan jenaka.

Namun, saya tak pernah menyukai acara tersebut. Dari jaman di saat semua orang tergila-gila dengan Empat Mata, mulai dari teman-teman hingga keluarga saya, saya tak pernah sedikit pun menyukainya. Entah apa sihir yang dipakai Tukul sehingga semua menyukainya. Saya, dari saat kemunculannya sudah menganggap ia (beserta acaranya) norak dan tidak informatif sama sekali.

Hal ini lah yang dikeluhkan oleh Oom Alex. Ia menganggap Tukul tidak menghargai para bintang tamu atau nara sumber acara tersebut. Dengan entengnya Tukul “beratraksi” melawak tanpa pandang bulu siapa yang ada di sampingnya. “Semua orang jadi bodoh kalau di Empat Mata,” tambah Oom Alex. Ya, dalam pembahasan topik-topik, setiap kali bintang tamu atau nara sumber hendak angkat suara, selalu saja ada ulah yang dilakukan oleh Tukul sehingga pembicaraan pun terputus. Hasilnya, informasi yang hendak disampaikan menjadi terhambat oleh distraction dari “ulah” Tukul dan akhirnya sulit ditangkap oleh penonton. Lalu, kalau begitu apa gunanya bintang tamu? Umpan untuk atraksi Tukul? Seperti Orangutan yang perlu pisang dalam atraksi hewan di Taman Safari? Ya, dalam hal ini Tukul menjadikan mereka object, instead of subject. Kasihan.

Oke, saya akui kalau dalam hal mengubah pembahasan yang cukup serius tersebut menjadi bahan tertawaan penonton, Tukul bisa disebut kreatif. Tapi, caranya memancing tawa; dengan “memperbodoh” orang lain dan secara tidak sopan, bukan lah hal yang mengindikasikan seseorang yang kreatif. Kalau sudah begini, masih kah ia bisa kita anggap kreatif?

Saya sebenarnya bukan mencerca atau memojokkan Tukul, tapi hanya mengkritisi saja. Karena toh, ia tetap saja ada di hati orang banyak dan masih menghibur mereka yang setia dengan Empat Mata.

Advertisements

7 Responses to “Sebuah Kritikan”

  1. Farah Fadilla Says:

    aduh, mo.
    gw amat sangat stuju sm postingan lo yg ini.
    di rmh gw, ga ada satu orang pun yg suka, sumpah!
    mnrt gw dan bonyok, terutama mnrt adek gw, itu noraknya pol! haha

    ooh ada satu episode yg gw tonton.
    wktu bintang tamunya si andra asmasoebrata (tmn SMA gw, yg pembalap).
    sumpah gw tepuk tangan deh buat andra.
    itu tukulnya (rada2) dijutekin dan (rada2) diremehin secara implisit.
    menghibur soalnya dia ga kyk bintang tamu yg laen.
    hehehe

  2. Emang, kayaknya dia harus dikasih “pelajaran”, sekali-kali dibales ngapaaain gitu sama bintang tamunya.. Biar tau kalo dia tuh ngeselin.. Hahaha..

  3. superditoes Says:

    Laah. bintang tamunya aja gebleg, tau tukul kaya gitu, mestinya bisa bikin pre-caution dong kalo mau diundang jd bisa siapin jurus sejenisnya andra and the backbone eh maksudnya asmasoho eh asmasoebrata, nah bener kan sekarang. gw tetep nganggep si tukul lucu ko, eh ga deng. lucuan komeng HAHAHA

  4. rumahpepito Says:

    selamat lebaran prim.
    sama-an, bagi gw acara talkshow di indonesia (sebutlah Dorce / 4 mata ) sama” gak ada yang menarik. untung ada kick andy

  5. hemm, gw bukan fans tukul sih,
    dulu gw sempet nonton bbrp kali, tapi makin lama gw baru sadar, emang ga informatif. mungkin itu dari latarbelakang dia di srimulat kali, kan srimulat juga gitu. isinya lucu2an saja, ga ada isinya.

    bukan dia si kalo kata gw, produsernya aja bikin konsep agak ga bener. atau mgkn yg dia targetin bukan kita ya? tapi jam tayangnya kan rada2 menargetkan kaum pekerja gitu bukan sih?

    ps: alex komang nya di undang ke acara tukul?

  6. danuria paramastri Says:

    setujuu fick! kick andy much much better dari dorce show dan 4 mata. entah apa yg ditonton di 4 mata. leluconnya seringkali cuma ngata-ngatain orang, duh ngga layak konsumsi publik. haha. apalagi kalo dia udah mulai sok monyong2 depan kamera close up gitu. eeeuuwh. haha

  7. friskaruslim Says:

    mo, gw setuju banget sama postingan lo yang ini, dr awal gw emang nganggap si tukul itu norak! makin ke sini makin gawatz deh!
    btw selamat lebaran ya,,
    mohon maaf lahir dan batin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: