The National Museum Of Film And Music

Beberapa hari yang lalu gw nonton HBO, di situ ada film “Tenacious D: Pick of Destiny”. Cerita film itu tentang dua sahabat yang tergabung di sebuah group band, mereka berniat mencuri “pick of destiny” yang katanya dirasuki setan, jadi pick itu bisa bikin mereka hebat main musik. Nah, pick gitar itu ada di sebuah museum; museum musik. Nah! Set museum itu di filmnya keliatan keren banget! Setiap section punya dekorasi sendiri yang disesuaikan sama jenis musiknya. Misalnya, kalau ruangan untuk musik punk, ruangannya dipenuhi sama coretan-coretan yang ngegambarin punk dan jiwa rebel gitu.

And suddenly an idea popped out of my head.

Di Indonesia, museum itu identik sama benda-benda sejarah yang tua, kuno, berdebu, dan boooriiing. Makanya orang Indonesia jarang banget ada yang suka ke museum. Padahal, banyak informasi yang bisa didapet kalau kita datang ke museum. Setelah gw liat museum di film itu, gw terinspirasi untuk ngebangun:

The National Museum Of Film And Music

Nah, museum ini dibangun untuk mendokumentasikan perjalan sejarah musik dan film Indonesia dari tahun ke tahun. Gini gini, selama ini kan nggak ada pencatatan dan pengarsipan artefak-artefak musik dan film yang tertata rapi di Indonesia, jadi museum ini bakal dibikin untuk mengakomodir hal itu semua. Pendokumentasian ini menurut gw penting baget karena gw nggak mau generasi yang akan datang nggak tahu kalau industri musik dan film di Indonesia pernah jatuh bangun.

National Centre of Popular Music at Sheffield, UK

National Centre of Popular Music at Sheffield, UK

Buat pembagian ruangan, museum ini bakal dibagi jadi dua gedung; gedung film dan gedung musik. Masing-masing memiliki ruang exhibition yang dibagi dalam beberapa kategori. Kalau gedung film, ruangan bakal dibagi berdasarkan dekade. Nah, tiap-tiap ruangan dekade itu bakal didekor sedemikian rupa sehingga nuansanya sesuai dengan dekadenya. Yang bakal dipajang di gedung film ini adalah poster-poster film Indonesia sepanjang masa lengkap dengan sinopsis dan memorabilia film-film tersebut. Dan yang menariknya, di tiap display akan dilengkapi oleh LCD screen kecil yang menayangkan potongan film yang dipajang. Selain itu, gedung film ini akan dilengkapi ruangan khusus untuk menyimpan rol-rol film dari jaman dulu sampai yang paling baru. Di gedung film juga bakal ada sebuah studio film besar yang nantinya bisa digunakan sebagai tempat premiere film-film Indonesia.

Memorabilia from Hollywood Movie, Dreamgirls

Memorabilia from Hollywood Movie, Dreamgirls

Seattle Art Musem at Seattle, USA

Seattle Art Musem at Seattle, USA

Sedangkan gedung musik akan dibagi berdasarkan genre musik. Ruangan exhibitionnya juga akan didekor sesuai dengan mood jenis musiknya. Di tiap ruangannya akan ada display band-band dan penyanyi yang terkenal di tiap genrenya. Display tersebut akan menampilkan foto band atau penyanyi tersebut, diskografinya, dan sebuah listening station yang bisa dipakai pengunjung untuk mendengar lagu-lagu dari band atau penyanyi tersebut. Di gedung musik ini juga akan ada sebuah concert hall yang besar yang bisa dipakai untuk konser musisi Indonesia.

Nah, yang menarik, antara gedung film dan gedung musik akan digabungkan oleh koridor yang memajang soundtrack film Indonesia. Kenapa soundtrack? Karena soundtrack adalah penggabungan antara industri musik dan film. Jadi, koridor ini secara simbolis menggambarkan pengintegrasian antara musik dan film.

Dengan arsitektur museum yang modern dan dibuat sangat nyaman, diharapkan sih orang Indonesia jadi rajin datang ke museum, setidaknya museum ini.

Hmm, kapan ya gw bisa merealisasikan museum ini?

PS: Special thanks for Dani, yang udah ikutan nambahin ide museum ini..

Advertisements

3 Responses to “The National Museum Of Film And Music”

  1. wah mo hr ini dani menjadi muse kita berdua mo.

  2. hahahaha… ya org seperti gw ini memang memberikan inspirasi yg spektakuler.. ntar gw kasi ide yg gokil lg dehh mo.. hehehe

  3. Farah Fadilla Says:

    waah mau dong ke museum film.
    soalnya ada yg movie freak jg niy, mo.
    hehehehhe

    kan oke klo ide jalan2 ke museum dipaduin sm kesukaan akan film.
    jdnya ke museum film. hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: